Thursday, 4 February 2016

Apa itu Job Description?

Job Description atau lebih dikenal dengan Job Desc atau Job Desk merupakan panduan dari perusahaan kepada karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan perusahaan


Job Description adalah penyataan tertulis mengenai gambaran suatu pekerjaan, kondisinya, dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi.

Job description adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah, kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan lainnya.


Job Description sangat penting untuk diketahui oleh orang bersangkutan yang bekerja pada suatu perusahaan dan menduduki suatu jabatan tertentu.

Saya sudah membuat tabel agar anda dapat lebih mudah memahaminya :)


No
Posisi
Job Description
1
Pimpinan
Direktur/pimpinan merupakan struktur organisasi perusahaan manufaktur yang tertinggi. Bagian ini merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap segala bentuk operasional atau berjalannya roda perusahaan
Tugas Direktur/pimpinan:
1.       Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif
2.       Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi
3.       Memimpin rapat umum, dalam hal: untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib; keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat;menyesuaikan alokasi waktu per item masalah; menentukan urutan agenda; mengarahkan diskusi ke arah konsensus; menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan
4.       Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar
5.       Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga tercapainya keselarasan dan efektivitas.
6.      Mengambil keputusan sebagaimana didelegasikan oleh bawahannya atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu, yang diputuskan, dalam meeting-meeting di perusahaannya
2
Divisi Pengadaan
Tugas Purchasing Officer:
1.       Membuat laporan pembelian & pengeluaran barang ( inventory,material dll )
2.       Melakukan pengelolaan pengadaan barang melalui perencanaan secara sistematis dan terkontrol ( FIFO atau ERP/ MRP )
3.       Melakukan pemilihan / seleksi rekanan pengadaan sesuai kriteria perusahaan
4.       Bekerjasama dengan departemen terkait untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan
5.       Memastikan kesedian barang/material melalui mekanisme audit / cotrol stock
3
Divisi Produksi
Tugas Divisi Produksi:
1.       Menentukan jenis dan jumlah barang-barang yang harus dibeli
2.       Menentukan bilamana pesanan akan dilakukan
3.       Memeriksa barang yang diterima
4.       Memelihara barang di gudang
5.       Mengadakan pemeriksaan dan penganalisaan
4
Divisi Keuangan
Tugas Divisi Keuangan:
1.       Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan AP/AR untuk memastikan status hutang/piutang
2.       Membuat , mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu
3.       Menerima, memeriksa tagihan dari vendor dan membuat rekapnya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu
4.       Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan ketersediaan kas kecil yang efektif
5.       Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan, dan pembayaran ke supplier dengan tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan maupun pembayaran
6.       Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data terinput dengan benar
7.       Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen 
8.       Melakukan stock opname setiap akhir bulan untuk melihat ada/tidaknya selisih jumlah barang di gudang dan catatan di keuangan
5
Divisi Marketing
1.                   Membuat, merumuskan, menyusun, menetapkan konsep dan rencana umum
perusahaan, mengarahkan dan memberikan kebijakan/keputusan atas segala rancang bangun dan implementasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi ke arah pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.
2.                   Mengarahkan karyawan untuk meningkatkan seluruh sumber daya yang ada secara
optimal bagi kepentingan perusahaan.
3.                   Memberikan kemampuan profesional secara optimal bagi kepentingan perusahaan.
revisi banner KPI Pemasaran
4.                   Menyusun, mengatur, menganalisis, mengimplementasi dan mengevaluasi
manajemen pemasaran, penjualan dan promosi secara bertanggungjawab bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan.
5.                   Melakukan pengawasan dan pengendalian atas seluruh kinerja manajemen
pemasaran, penjualan dan promosi bagi kepentingan perusahaan.
6.                   Menciptakan suasana tenang, damai dan enerjik terhadap seluruh aktivitas
perusahaan.
7.                   Mengarahkan seluruh karyawan untuk bekerja secara profesional, efisien dan
efektif.
8.                   Merealisasikan dan melaksanakan rencana-rencana serta prosedur-prosedur yang
diterapkan melalui pendelegasian wewenang pada departemen pemasaran, penjualan dan promosi, yang berada di bawah tanggungjawabnya.
9.                   Membuat laporan kegiatan kepada Direktur Utama setiap 1 (satu) bulan sekali
sebagai pertanggungjawaban seluruh aktivitas manajemen pemasaran, penjualan dan promosi.
10.               Mengadakan pengawasan terhadap seluruh kinerja departemen pemasaran,
penjualan dan promosi.
11.               Menciptakan konsep dasar, kerangka dan prosedur departemental berdasarkan
kebutuhan dan konsep yang diajukan oleh departemen pemasaran, penjualan dan promosi.
12.               Memastikan dan mengawasi aplikasi dari setiap aspek organisasi, penerima motivasi
manajemen pemasaran, penjualan dan promosi, menyatu dengan sasaran strategi perusahaan dan memberikan sumbangan terhadap berhasilnya pencapaian sasaran-sasaran.
13.               Membuat, menyusun dan menetapkan rencana kerja dan pelaporan yang mencakup
hal-hal: Bahan-bahan laporan meliputi, Kelengkapan data, Rekapitulasi kerja, Rencana kerja, Evaluasi hasil, Informasi-informasi lain. Prosedur laporan meliputi; Membuat laporan perencanaan untuk melengkapi, menambah dan memper baiki hasil dari suatu data maupun evaluasi, Menyusun suatu laporan berkala, dari bawah ke atas disesuaikan dengan kebutuhan data, Bila dianggap perlu menyusun suatu laporan khusus yang berkaitan dengan kebutuhan mendesak.
        14.        Memelihara sistem pertanggungjawaban guna kepentingan perusahaan.
        15.         Memelihara sistem pertanggungjawaban perusahaan guna kepentingan
                      manajemen
pemasaran, penjualan dan promosi dalam pemeriksaan pengeluaran oleh      perusahaan
6
HRD
Tugas HRD:
1.        Bertanggung jawab di dalam pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, yaitu dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan sumber daya manusia, termasuk pengembangan kualitasnya dengan berpedoman pada kebijaksanaan dan prosedur yang berlaku di perusahaan.
2.        Bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan government & industrial serta mempunyai kewajiban memelihara dan menjaga citra perusahaan.
3.       Menyusun, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi anggaran biaya kegiatan secara efektif dan efisien serta bertanggung jawab terhadap setiap pengeluaran hasil kegiatan
4.       Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengawasan dan melaksanakan evaluasi terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
5.       Melaksanakan seleksi, promosi, transfering, demosi terhadap karyawan yang dianggap perlu.
6.       Melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan mental, keterampilan dan pengetahuan  karyawan sesuain dengan standard perusahaan.
7.        Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rekapitulasi absensi karyawan,perhitungan gaji, tunjangan dan bonus.
7
Divisi Quality Controlling
Tugas Divisi Quality Control Manager
1.       Memantau perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.
2.       Bertanggung jawab untuk memperoleh kualitas dalam produk dan jasa perusahaannya.
3.       Tugas utama Quality Control tetap sama di semua industri Namun, metode untuk menentukan kualitas suatu produk bervariasi setiap perusahaan.
4.       Dalam produk material, QC harus memverifikasi kualitas produk dengan bantuan parameter seperti berat badan, tekstur dan sifat fisik lain dari perusahaan.
5.       Dalam industri mekanik QC menjamin kualitas setiap bagian secara individual. Demikian juga, untuk setiap industri metode ini bervariasi setiap produk.
6.       QC memonitor setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.
7.       Memastikan kualitas barang yang dibeli serta barang jadi.
8.       Merekomendasikan pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.
9.       Bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.
10.   QC harus memastikan produk dari standar perusahaan memenuhi mutu ISO seperti 9001, ISO 9002 dll
11.   Menjaga checklist proses inspeksi dan protokol yang digunakan dalam suatu perusahaan.
12.   Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi masalah dan isu-isu mengenai kualitas produk dan juga harus membuat rekomendasi kepada otoritas yang lebih tinggi.
13.   Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di masa mendatang.

 semoga bermanfaat!














0 komentar:

Post a Comment